Sunday, June 28, 2015

Suvenir Unik Untuk Pesta Pernikahan Di Pantai


Pesta pantai kini menjadi pilihan yang cukup populer di Indonesia, khususnya untuk tempat pesta pernikahan di Bali. Ada beragam jenis pilihan suvenir wedding yang sesuai dengan pesta pernikahan di tepi pantai, dan pastinya berguna bagi para tamu yang hadir.
Kipas
Untuk membuat udara terasa lebih sejuk, kamu bisa memilih suvenir berupa kipas yang didesain sesuai keinginanmu. Selain praktis, kipas biasanya akan disimpan oleh para tamu untuk kemudian digunakan kembali.
Kacamata
Sinar matahari terkadang akan membuat tamu merasa silau. Nah, kacamata sepertinya akan menjadi suvenir berguna untuk pesta pantai. Pilihlah warna yang menarik agar sesuai dengan tema warna pesta kamu secera keseluruhan.
Payung
Payung bisa menjadi salah satu ide suvenir yang unik. Pilih warna yang netral seperti putih atau rona pastel yang lembut. Karena payung cenderung berukuran besar, kamu dapat menyediakan keranjang besar yang didekor cantik, dan para tamu bisa mengambilnya sendiri jika perlu. 
Handuk dan Sandal
Handuk dengan ornamentasi bordir yang cantik juga bisa menjadi alternatif yang menarik. Saat para tamu memutuskan untuk berjalan jalan di pantai, mereka bisa mengenakan sandal dan menggunakan handuk yang telah disediakan. Praktis bukan?

Wow! Gaun Pernikahan Terbuat dari Kertas Toilet

Umumnya gaun pernikahan terbuat dari bahan dengan desain yang mewah. Namun bagaimana jika gaun pernikahan Anda terbuat dari kertas toilet?

Dilansir dari Reuters, dalam sebuah acara yang digelar di New York, Amerika Serikat (AS), Cheap Chic Weddings Toilet Paper Wedding Dress Contest menghadirkan gaun pernikahan yang terbuat dari kertas toilet.

Tercatat, ada sepuluh desainer memperebutkan hadiah senilai USD 10 ribu. “Aturannya sangat mudah, mereka harus menggunakan kertas toilet jenis apapun, dan boleh dibantu lem atau jarum. Namun dilarang memakai mesin jahit,” ujar panitia acara tersebut, Laura Gawne.

Laura menjelaskan, awal mula membuat lomba ini ketika ia mempromosikan situs perlengkapan pernikahan miliknya. Melihat respon yang sangat baik, acara ini pun terus digelar hingga sampai di event ke-11.

Tahun ini, toko perlengkapan pernikahan Kleinfeld, menjadi tempat untuk digelarnya acara tersebut. Sementara para pemenang, nantinya dapat menjual desain baju miliknya di toko tersebut. “Kami menggunakan 4585 kelopak bunga, karena motif gaun kami adalah flora,” jelas juara ketiga lomba tersebut, Carol Touchstone.

Juara pertama, Donna Pope Vincler berhasil membuat tuxedo pernikahan yang dapat dialihkan menjadi sebuah jaket, topi, dan dasi kupu-kupu. Donna mengungkapkan, dirinya membutuhkan waktu tiga bulan dan ratusan isolasi dan lem untuk membuat baju tersebut

source: lifestyle.sindonews

Dampak Pernikahan Sejenis Pada Anak


Keluarga dari pernikahan sejenis akan membawa pengaruh buruk bagi anak mereka. Itulah yang sering dikatakan banyak orang tentang pernikahan sesama jenis. Namun, sebuah penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua sesama jenis tidak mengalami dampak sosial atau perilaku negatif.

Jimi Adams dari University of Colorado Denver memimpin sebuah tim yang menganalisis ribuan artikel peer-review pada pasangan sesama jenis dan orangtua, sebagai upaya untuk menemukan apakah ada bukti substansial yang menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki orang tua sesama jenis memberikan dampak lebih buruk dari pasangan heteroseksual.

Data yang diterbitkan di Social cience Research menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam kesejahteraan antara anak-anak dari orang tua heteroseksual dan orang tua sesama jenis.

Laporan penelitian yang juga ditulis oleh Ryan Light di University of Oregon, melihat ada 19.000 upaya penelitian antara tahun 1977 dan 2013, sebagai usaha untuk mengubah sikap pada orangtua sesama jenis dan homoseksualitas.

Light mengatakan kepada Reuters bahwa ada beberapa ketidaksepakatan di tahun 1980-an tentang apakah pengasuhan orangtua sesama jenis memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan anak. Tetapi seiring perkembangan zaman, ada konsensus yang jelas di antara para ilmuwan bahwa tidak ada dampak negatif, dampak perilaku atau pendidikan yang muncul sebagai akibat dari yang dibesarkan oleh dua orangtua dari jenis kelamin yang sama.

Tips Belajar Fotografi Dengan Kamera Digital


Kebanyakan orang yang mulai untuk belajar fotografi adalah para pemula yang baru mengenal dunia fotografi dan menyukai fotografi sehingga ingin untuk belajar fotografi. Namun para pemula yang baru saja mengenal bagaimana dunia fotografi tersebut akan mulai memahami bagaimana fotografi tersebut dapat menjadi hobi yang menyenangkan.
Ada beberapa tips tertentu yang perlu anda berikan perhatikan dan dapat anda lakukan dengan baik menurut kemampuan yang anda miliki.
1. Mengetahui tentang kamera digital
Dengan mengetahui bagaimana kamera DSLR bekerja serta fungsi dari seluruh menu dan tombol dari kamera dslr tersebut maka anda dapat menghasilkan suatu karya foto yang indah dan berkualitas.
2. Paham dengan fitur – fitur kamera digital DSLR
fitur kamera
Dengan memahami dari berbagai program camera digital, mode yang menjadikan objek gambar tertentu  agar terlihat bagus seperti memahami mode aperture serta mode – mode yang lainnya.
3. Paham prinsip dari fitur kamera DSLR
Apabila anda telah paham betul tentang bagian dan fungsi dari kamera DSLR sendiri maka prinsip dan kegunaan dari fungsi tersebut harus anda ketahui karena mengetahui fitur dari kamera DSLR saja tidak cukup untuk dapat belajar fotografi dengan lebih gampang serta cepat.

Cara Membuat Efek Starburst: Foto Cahaya Lampu Tampak Seperti Bintang


Efek bintang sering kita lihat dalam pemotretan malam hari, contohnya foto lalu lintas jalan raya atau foto suasana kota (cityscape), namun jika anda sudah mengerti bagaimana tekniknya, membuat efek ini di waktu apapun tentu saja bisa. Efek ini akan muncul saat kita memotret sebuah sumber cahaya dengan bukaan lensa kecil, entah yang difoto itu lampu jalan ataupun lampu kendaraan. Dengan bukaan kecil akan membuat cahaya yang muncul berpendar membentuk beberapa sudut cahaya atau sederhananya berbentuk seperti bintang.

Untuk mendapatkan efek seperti ini anda tak perlu repot-repot untuk mengedit menggunakan software, jika anda mau sedikit bereksperimen dengan kamera dan lensa, anda bisa langsung mendapatkannya saat memotret, namun tentu dibutuhkan beberapa trik dan cara tersendiri untuk mendapatkan efek ini langsung di foto. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat efek cahaya lampu tampak seperti bintang di foto.

1. Gunakan Mode Manual (M) atau Aperture Priority ( A/Av)
Pastikan terlebih dahulu anda sudah mengerti bagaimana caranya mengganti mode pada kamera anda, setiap kamera memiliki roda untuk mengganti menu di bagian atas kamera, dimana roda tersebut bisa diputar yang mengarahkan panah pada masing-masing mode yang dipilih.
Cara Membuat Efek Starburst: Foto Cahaya Lampu Tampak Seperti Bintang
Roda menu di atas kamera. Sumber gambar :gaptek28.files.wordpress.com

Nah pilihlah mode Manual yang sering disimbolkan dengan huruf M atau mode Aperture Priority yang disimbolkan dengan Av atau A saja. Mungkin anda bertanya kenapa hanya kedua mode tersebut ? Oke, dalam membuat efek bintang, pada dasarnya kita perlu mengatur aperture/bukaan diafragma lensa anda.

Agar supaya kita bisa dengan mudah mengubah nilai dari aperture atau bukaan lensa, maka kedua mode tersebutlah yang paling tepat. Namun masing-masing mode memiliki cara tersendiri untuk mengubah nilai aperture, untuk itu mari kita melihat langkah ke dua.

2. Seting nilai Aperture pada bukaan kecil 
Efek bintang yang kita bicarakan tadi akan muncul hanya bila kita menggunakan bukaan lensa yang kecil. nah di mode Manual atau Aperture Priority silakan anda ganti nilai aperture yang muncul di layar dengan nilai yang besar, pahami kembali bagaimana aperture dan cara penamaan di kamera pada link tadi. Aperture yang kecil ditandai dengan nilai F yang besar di kamera, silakan anda ganti nilai F itu menjadi besar. Saran saya gunakanlah f/14 atau f/16, hindari bukaan yang terlampau kecil seperti f/25 atau f/32 karena akan menyebabkan difraksi lensa dan ketajaman foto akan banyak berkurang. Selanjutnya mungkin yang sedikit membingungkan adalah mengubah nilai aperture di kamera, jika anda menggunakan mode manual, masing-masing kamera memiliki caranya masing-masing. Anda bisa membuka buku manual kamera anda atau search di Google cara mengganti nilai aperture sesuai dengan kamera anda. biasanya pada bagian atas kamera dekat tombol shutter ada tombol khusus yang bergambar diafragma atau semacam itu yang fungsinya untuk mengganti nilai aperture, atau anda bisa masuk ke menu kamera anda dan lihat di bagian pengaturan untuk mengganti nilai aperture.Saran saya gunakan saja mode Aperture Priority, karena ini adalah cara yang paling mudah, anda tinggal memutar roda dial di kamera anda, dan nilai aperture akan berubah sesuai keinginan.

Cara Membuat Efek Starburst: Foto Cahaya Lampu Tampak Seperti Bintang
Pada mode manual kamera Nikon, tekan dan tahan tombol yang dilingkar, lalu putar roda dial kamera untuk mengubah nilai aperture pada kamera anda. 

3. Sesuaikan nilai shutter speed kamera
Konsekuensi dari nilai aperture yang besar atau bukaan kamera yang kecil, foto yang akan kita hasilkan akan under eksposur atau bisa saja gelap total. Untuk itu kita harus menyesuaikan shutter speed yang ada, jika anda menggunakan mode manual silakan putar roda dial kamera ke kiri untuk mengubah nilai shutter speed menjadi lebih lambat, sesuaikan hingga lightmeter yang muncul di viewfinder kamera berada di titik 0, atau pas di tengah-tengah. Jika anda memotret di malam hari biasanya anda akan mendapatkan shutter speed di kisaran belasan detik. Berbeda dengan manual mode, saat anda menggunakan Aperture Priority, kamera secara otomatis sudah menentukan berapa detik shutter speed yang ada tanpa harus anda ubah-ubah lagi.

Cara Membuat Efek Starburst: Foto Cahaya Lampu Tampak Seperti Bintang
Layar LCD di mode Av. Sumber gambar : Digitalcameraworld.com
4. Matikan auto ISO
Saat anda memotret di kondisi malam hari, metering kamera akan memilih setingan ISO yang tinggi guna mengatasi situasi under eksposure yang terbaca. Anda tak maukan jika nanti hasil fotonya penuh dengan bintik-bintik noise di seluruh frame foto. Matikan saja fitur auto ISO kemudian set ISO ke nilai paling rendah, biasanya 100 atau 200. Dengan begitu hasil foto yang ada akan memiliki kualitas maksimal.

5. Gunakan tripod
Tripod merupakan benda wajib saat anda memotret dengan shutter speed lambat, apalagi jika sampai belasan detik. Jika masih ngeyel mau pake tangan sih silakan, paling yang muncul di foto nanti adalah gambar abstrak karena blur hehehe. Jika tak ada tripod, anda bisa mencari tempat datar untuk meletakkan kamera anda, tapi tentu akan membuat anda jadi sulit mengkomposisikan gambar nantinya.

6. Auto fokus atau manual fokus
Saat memotret di malam hari biasanya kamera akan mengalami kesulitan saat menentukan titik fokus, hal paling parah adalah kamera tak bisa mengunci fokus karena kondisi yang remang atau kurang cahaya. Jika dalam situasi seperti ini, biasanya manual fokus akan jauh lebih berguna. Silakan pindah tuas fokus di lensa ke manual, lalu masuk ke mode live view, zooming pada objek yang ingin difokus, lalu putar ring fokus sampai area yang tampak di layar LCD jadi fokus.

7. Gunakan timer atau shutter release
Agar kamera tidak bergoyang saat anda menekan tombol shutter, gunakanlah timer pada kamera, atau jika punya, gunakan saja shutter release. Shutter release adalah alat yang berfungsi untuk memicu shutter pada kamera, shutter release biasanya tersambung dengan kabel namun ada juga yang tanpa kabel (wireless), pastikan saat membeli shutter release, sesuai dengan tipe dan model kamera anda. Shutter release juga akan bermanfaat saat anda menggunakan mode bulb di kamera (memotret dengan shutter speed lebih dari 30 detik).

8. Jangan ragu untuk memotret sekali lagi
Saat pertama kali anda mencoba, bisa jadi hasilnya kurang maksimal, jadi jangan ragu untuk mencoba kembali, atur komposisi yang menarik, bereksperimenlah dengan nilai bukaan atau aperture dan juga shutter speed. Temukan setingan terbaik menurut anda pribadi.

Demikian beberapa trik untuk mendapatkan efek cahaya lampu tampak seperti bintang di foto anda. Jika anda memiliki pengalaman saat memotret starburst, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar.

Sumber: saveseva

Tuesday, June 23, 2015

Indonesia Negara dengan Pernikahan Paling Repot


Upacara adat dan ritual akad nikah budaya Indonesia yang memiliki tahapan terkadang acap kali membuat calon pengantin dan keluarga besar sibuk sekaligus repot dalam proses persiapan. Ternyata, hiruk pikuk khas Tanah Air itu diakui oleh sebuah wedding organizer internasional, One Heart Wedding, sebagai sebuah tantangan tersendiri.

Takeshi Masumitsu, Managing Director One Heart Wedding, mengakui bahwa upacara pernikahan di Indonesia terbilang paling menantang ketimbang pernikahan di negara lainnya.

Selain itu, Masumitsu juga mengatakan bahwa ukuran pesta pernikahan kecil dan besar di Indonesia sangat berbeda dengan negara lain.

“Di negara lain, jumlah tamu sebanyak 600 undangan itu sudah pesta besar, tetapi di Indonesia itu hanya pesta pernikahan intim atau kecil,” terangnya pada konferensi pers Wedding Showcase di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2015).

Masumitsu mengungkapkan bahwa ia sempat terkejut ketika menangani pesta pernikahan di Indonesia. Pasalnya, jika dibanding negara-negara lain di Asia yang sering kali ditangani oleh One Heart Wedding, seperti Jepang, Tiongkok, Shanghai, Taiwan, dan Hongkong, ternyata jumlah tamu di Indonesia terbilang yang paling fantastis.

"Kalau di Tiongkok tamu pernikahan mungkin hanya puluhan. Di negara seperti Jepang atau Hongkong tamunya ada ratusan. Tetapi, kalau di Indonesia, tamu bisa mencapai hingga ribuan," ujar Masumitsu.

Sontak, jumlah tamu yang mencapai ribuan tersebut membuat Masumitsu sebagai penyelenggara pernikahan yang berasal dari Jepang cukup terkejut.

One Heart Wedding adalah perusahaan penyelenggara pernikahan asal Jepang yang memiliki pengalaman menangani 20.000 pesta pernikahan setiap tahunnya di seluruh dunia. One Heart Wedding diklaim sebagai penyelenggara pernikahan terbesar se-Asia.

Thursday, June 18, 2015

Data Pernikahan Salah, Bella Shofie dan Suryono Bakal Jalani Sidang

Pernikahan Bella Shofie dengan Suryono sangat mengejutkan. Pasalnya, pernikahan itu terkesan terburu-buru dan tertutup.


Setelah pernikahan itu selesai digelar, publik kembali dibuat penasaran dengan keganjilan yang muncul terkait status Suryono dan Bella.
Keganjilan yang dimaksud adalah perihal berkas pernikahan Bella dengan Suryono yang terdaftar di KUA Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam keterangannya, Suryono disebutkan adalah seorang perjaka alias belum pernah menikah. Nyatanya, pria yang awalnya berprofesi sebagai supir truk itu sudah menikah, masih beristri, dan bahkan sudah memiliki anak.
Terkait kesimpangsiuran itu, pernikahan Bella Shofie dan Suryono akhirnya dibawa ke meja hijau. Rencananya, tanggal 24 Juni 2015 nanti, Bella akan bertolak ke Papua. Keesokan harinya, Bella dan Suryono akan menjalani sidang terkait ketidakselarasan data dalam berkas pernikahan.
"Sidang 25 Juni. Pokoknya ada suatu sidang, untuk update berkas. Kan namaku salah, status suami juga salah," kata Bella seperti dikutip Tribunnews.com dari Tabloidnova.com.
Rencananya, sidang tersebut akan digelar di Pengadilan Agama Sentani, Papua. "Memang ada kesalahan kemarin, dalam proses perbaikan kok, memang baru sempat sekarang," kata Bella.
Namun sayang, Bella tak mau merinci lebih lanjut ketika awak media menanyakan persidangan seperti apa yang akan digelar. "Ada deh! Kepo banget sih! Nanti saja dilihat, tunggu saja," kata Bella seraya masuk ke mobilnya.

Tips dan Trik Mobile Photography

Secara umum, ‘mobile photography’ dapat dipahami sebagai aktifitas fotografi dengan menggunakan alat-alat yang ‘mobile’ atau biasa kita sebut sebagai ‘gadget’ atau gawai.
Samsung Galaxy Note 4, 7.35 am

Dalam beberapa tahun terakhir, fotografi gadget sudah merubah perspektif kita terhadap fotografi. Kamera sudah bukan menjadi barang eksklusif, kini hampir setiap orang mempunyai akses terhadap kamera dalam bentuk gawai dan sebagai konsekuensinya, fotografipun mengalami demokratisasi massal.
Setiap harinya ada jutaan foto yang tidak pandang bulu mengekspose kita terutama sosial media. Proses apresiasi foto yang dulu hanya bisa dilakukan lewat galeri-galeri, pameran dan media tradisional kini ter-instanisasi lewat ikon ‘like’ di sosial media.
Di tengah banjir foto tersebut, bagaimana kita dapat menghasilkan foto-foto yang ‘stand out’? Yang berbeda dari foto-foto lain?
Satu hal penting yang harus diingat adalah, ‘mobile’ atau bukan, fotografi adalah fotografi. Prinsip dasar dan kaidah-kaidah fotografi dasar tetap berlaku dan secara umum harus jadi patokan. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa membantu.

1Kenali alat kita

Setiap gadget punya karakteristik yang berbeda-beda. Dalam situasi pencahayaan yang sama, gadget A mungkin akan menghasilkan gambar yang berbeda dengan gadget B. Entah warna, saturasi, flare atau yang lain. Waktu reaksi kamera untuk memotret setelah tombol shutter di tekan juga bervariasi, ada yang agak lambat tapi ada juga yang super cepat.
Memahami alat yang kita punya akan membantu kita untuk menentukan moment dan memprediksi foto seperti apa yang akan kita dapat.
Kalau kita memotret menggunakan apps, dengan alasan yang sama, kenali juga apps itu luar dalam.
Relatif terhadap kamera SLR, mirrorles atau bahkan kamera saku, gadget adalah benda yang sangat tidak ergonomis untuk memotret. Pahami juga cara memegang gadget yang menurut kita paling nyaman. Ini penting terutama untuk mengurangi ‘camera shake’ saat pemotretan dengan kecepatan rendah.

2Exposure

Dalam fotografi, ketepatan exposure juga menjadi salah satu hal yang paling penting. Untuk itu, “menguasai” cahaya adalah sebuah keharusan setelah kita menguasai alat kita.
Pelajari arah datang cahaya dan efeknya terhadap foto yang kita hasilkan. Cahaya dari belakang subyek tentu saja akan menghasilkan foto yang sama sekali berbeda dengan ketika kita memotret membelakangi cahaya. Intensitas kekuatan cahaya juga berbeda pada jam-jam tertentu. Untuk kita yang memotret di Jakarta, waktu-waktu yang dianggap ‘golden moment’ adalah sekitar jam 6-8 pagi dan 4-5.30 sore dimana cahaya matahari sangat mudah dikontrol.
Di luar waktu-waktu tersebut mungkin bukan waktu yang ideal tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat foto bagus. Banyak trik yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa membuat foto menarik.
Cari tempat teduh untuk melindungi kita dari cahaya matahari yang terlalu keras. Tempat-tempat dengan banyak lubang (jendela, pintu atau ventilasi) bisa memberi foto dengan bayangan-bayangan menarik.
Untuk pemotretan di malam hari, cari subyek yang tersinari sumber cahaya, penjual makanan, misalnya, adalah subyek foto yang lazim diincar para fotografer saat hunting malam hari karena pasti mereka membawa penerangan sendiri.
Kita juga bisa membuat pencahayaan sendiri dengan memanfaatkan cahaya dari layar gadget kita. Kreatifitas adalah kuncinya.

3Komposisi

Pengaturan komposisi yang baik memberi kontribusi besar terhadap estetika sebuah foto. Gunakan rule of third sebagai referensi walaupun itu bukan harga mati.
Biasakan untuk selalu memperhatikan background dan pilihlah yang paling simpel. Perhatikan detail-detail di sekitar kita: warna, bentuk, garis, lengkung dan lain-lain yang bisa mengarahkan perhatian orang pada subyek foto kita.

4Jangan Malas Bergerak

Bergeraklah. Jangan malas mengeksplorasi angle-angle alternatif. Jika sebuah foto terlihat kurang menarik dari sudut tertentu, mungkin akan berbeda kalau kita melihatnya dari arah lain. Jangan ragu juga memotret banyak frame. Selalu cari frame alternatif dengan angle yang berbeda. Ini akan memudahkan kita mendapatkan opsi lain jika ternyata foto yang kita dapat kurang menarik.

5Cari Referensi Sebanyak-banyaknya

Rajinlah melihat karya-karya orang lain. Follow orang-orang yang kita anggap ‘jago’ di media sosial dan ‘curi’ ilmunya. Amati foto-fotonya dan kalau perlu coba tiru. Dalam konteks belajar, tidak haram meniru hasil karya orang lain. Percayalah dua foto yang diambil dua orang dengan mood yang berbeda, hasilnya pasti berbeda juga.

Instagram: @dita_alangkara
Twitter: @ditaalangkara

Berkreasi Foto yang Instagramable

Pastinya Anda sudah menginstal aplikasi berbagi foto populer, Instagram, di smartphone bukanSudah berapa lama menggunakan aplikasi berbagi foto tersebut? Cek, berapa jumlah foto yang telah diunggah dan berapa banyak followers yang sudah didapat? Mungkin jumlah foto yang telah Anda unggah telah mencapai ratusan, begitu pula dengan jumlah pengikutnya.

Berbagai foto yang terpajang di akun Intagram milik kamu, mungkin sebagian berupa aktivitas sehari-hari. Sebagian lagi menyalurkan hobi fotografi-nya dan mengunggah hasil fotonya ke aplikasi ini.
Instagram yang muncul kali pertama pada Oktober 2010 telah diunduh oleh lebih dari 500 juta pengguna, hingga Maret 2015. Aplikasi yang memungkinan penambahan filter digital pada foto ini dahulu hanya dapat diunduh oleh perangkat dengan sistem operasi Ios keluaran Apple. Baru pada 2012, aplikasi tersebut merambah perangkat Android dan pada 2013 dapat diunduh di perangkat Windows.
Mengunggah foto di jejaring sosial Instagram sebenarnya tak terlalu susah. Tinggal jepret, edit, beri caption, dan unggah. Tetapi tak semua orang bisa menghasilkan foto yang bagus hingga mendapat puluhan atau bahkan ribuan likes. Enggak cuma itu, banyaknya akun Instagram yang memasang kompilasi foto dari para pengguna membuat foto bagusmu dapat di-repost oleh mereka, jika kamu beruntung. Lalu, apakah definisi foto yang instagramable dan bagaimana cara mendapatkannya? Kita bahas, yuk.
Menurut pehobi fotografi asal Jogja, Bimo Pradityo, foto yang instagramable adalah foto yang berkualitas secara moment, pencahayaan, komposisi, dan cerita. “Foto yang instagramableadalah menarik secara kualitas, editing dengan filter kreatif, dan cerita di foto tersebut mampu menginspirasi,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.comSenin (16/6/2015).
Tantangan tersendiri dari Instagram adalah mengunggah foto berukuran square (persegi) atau 1:1 ala ala kamera polaroid. Foto persegi membuat pehobi fotografi mobile mau tak mau menyesuaikan komposisi persegi agar tidak memotong bagian penting dari sebuah gambar.
Bimo mengatakan foto persegi menggunakan komposisi simetris dan balance agar hasilnya enak dilihat. Menurut dia, tak sulit menghasilkan foto persegi dengan komposisi sempurna asal mautrial dan error. “Awal-awal mungkin bisa memotret dengan rasio aspek 4:3 seperti yang jamak di perangkat mobile, baru kemudian di-cropping atau re-compose ke dalam bentuk persegi,” papar pemilik akun Instagram @_bimo_ tersebut.
Ihwal editing, sambung dia, hanyalah retouch simple menggunakan aplikasi editing foto dismartphone untuk mendapatkan hasil yang lebih pas. Editing tersebut sebatas brightness,kontras, sharpening, dan beberapa tambahan filter kreatif untuk tone warna. Bimo menyampaikan konsistensi genre dalam memotret berpengaruh terhadap followers, terlebih kaitannya dengan sosial media.
Kendati demikian, galeri Instagram dengan banyak genre akan membuat followers makin variatif dan tidak terkotak pada satu genre. “Tidak selalu kekhasan pada satu genre membuat kita mudah dikenali. Kekuatan cerita dalam foto dan komposisi juga dapat menjadi ciri khas tersendiri,” ujarnya. Bimo mengatakan konsistensi mengunggah foto, menghasilkan karya yang berkualitas, dan menginspirasi, serta komunikatif membuat akun Instagram menjadi lebih dikenal. “Instagram memberikan saya teman secara nyata melalui kopi darat (kopdar) lebih banyak daripada sosial media lain,” kata dia.
Pria yang telah memiliki 5.000-an followers tersebut mengatakan penguasaan teknik dasar memotret dan editing pada smartphone adalah dua tips utama menghasilkan foto Instagram yang keren. Tips selanjutnya, lanjut dia, adalah mengenali kemampuan alat yang digunakan, memperbanyak jalan-jalan untuk hunting foto, dan mempunyai satu ciri khas genre utama.
“Jangan mudah puas dengan hasil foto, agar mau terus menerus belajar. Explore sesuatu yang baru sehingga dapat menghasilkan foto yang unik dan berkualitas,” pungkas Bimo.
Pehobi fotografi lain yang juga blogger asal Kota Bengawan, Blontank Poer, mengaku foto Instagram unggahan-nya tak pernah memakai filter. Menghasilkan foto bagus tanpa perlu editingterlalu banyak menurut dia memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Blontank memilih memperbanyak foto makro dengan smartphone berkamera 41 megapixel miliknya.
“Awalnya random saja. Semua foto berbagai genre dan semua yang saya temui di jalan saya unggah. Tapi, foto makro dari serangga atau tanaman mendapat banyak apresiasi sehingga foto makro saya beri porsi lebih pada akun Instagram saya,” kata dia, Selasa (16/6/2015).
Pemilik akun Instagram @blontankpoer tersebut menyampaikan, moment dan keberuntungan adalah dua faktor utama menghasilkan foto yang instagramable. Selebihnya, kata dia, adalah hasil imajinasi saat proses pengambilan gambar.
“Karena foto yang akan diunggah ke Instagram berupa persegi, tentu komposisi saat memotret harus dipikirkan. Bagian mana yang akan digunakan untuk memenuhi frame, bagian mana yang akan dibuang harus diketahui,” jelasnya.
Foto tersebut sebaiknya memimpin mata pada satu objek foto, tapi tak meninggalkan latar belakangnya. Salah satu caranya adalah menempatkan subjek pada bagian tengah foto atau bermain komposisi sehingga subjek tak lepas dari pandangan mata.
“Bagi saya Instagram layaknya sosial media lain, tapi bisa juga menjadi galeri untuk menampilkan karya. Pemilihan genre atau tidak itu tergantung tujuan membuat akun Instagram. Untuk aktualisasi diri atau eksistensi,” tandas Blontank.